Translate

Selasa, 09 April 2013

Nasihat Ibnu Arabi Untuk Menempuh Jalan Iman

Jangan habiskan usiamu dalam usaha-usaha yang hampa. Jangan buang waktumu dalam perbincangan tak berguna. Sebaliknya, renungkan dan ingatlah Allah. Bacalah al qur’an. Bimbinglah orang yang tersesat ke jalan yang terang benderang. Bantulah orang lain meninggalkan kejahatan dan alihkan kepada perbuatan baik. Perbaiki persahabatan yang rusak. Bantulah orang lain untuk membantu satu sama lain.
Temukan sahabat yang tepat, yang akan menjadi pendukungmu, seorang kawan perjalanan yang baik di jalan kebenaran. Iman adalah sebuah benih. Ia tumbuh menjadi sebatang pohon dengan pengairan dan penyinaran yang bagus dari seorang sahabat yang beriman. Berhati-hatilah dalam mendekati mereka yang tidak bisa membedakan antara yang beriman dan yang tidak beriman – tidak mengenal iman atau orang beriman, mereka tidak peduli. Mereka orang-orang asing atau musuh-musuh kebenaran yang kamu percayai.
Carilah seorang guru sempurna yang akan menunjukkanmu ke jalan yang lurus. Dalam usahamu mencari seorang pembimbing itu, bersikaplah ikhlas, karena keikhlasan adalah ciri pencari sejati. Jika kamu berpegang teguh kepada keikhlasan dan kebenaran, Tuhan pasti akan mengejawantahkan sifat-Nya Yang Maha Pembimbing kepadamu. Dia akan membimbingmu kepada seorang guru yang sempurna. Keikhlasan pada pencari bagaikan sebuah berkah. Sehingga, ketika dia hadir, Allah bahkan akan mengubah setan yang terkutuk dan setan-pribadi si pencari, hawa nafsunya, menjadi malaikat ilham yang melayaninya. Keikhlasan bagaikan katalisator yang ia ubah menjadi emas dan ia memurnikan setiap sesuatu yang ia sentuh. 

Dikutip dari “Selamat Sampai Tujuan: Panduan Bagi Penempuh Jalan Iman”. Ibnu Arabi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar